Minggu, 08 Mei 2011

artikel motivasi

Teruslah Mencoba

* Pernahkah Kau jatuh saat ingin mengejar sesuatu di depanmu?
kegagalan* Pernahkah Kau gagal saat mencoba sesutu hal yang orang lain anggap hal itu mudah?
* Dan pernahkah Kau merasa terkucilkan disaat semua orang tak menghiraukan keadaanmu?

Dan apa yang Kau lakukan setelah itu? menyerah?atau bangkit kembali dari hal tersebut?
* Saat Kau ingin mengejar sesuatu yang ada di depanmu baik itu abstrak maupun nyata, TERUSLAH KEJAR! Kalaupun ada batu yang banyak dan membuat kau terjatuh tetaplah berjuang untuk terus berlari ke depan.
* Saat kau gagal mencoba sesuatu hal yang orang lain mengganggapnya hal tersebut mudah

TETAPLAH MENCOBA! Kalaupun ada hinaan dan cacian karena kau tidak bisa melakukannya tetaplah berusaha hingga kau berhasil menciptakan apa yang kau coba
* Saat kau merasa terkucilkan disaat semua orang tak menghiraukanmu BERPIKIRLAH POSITIF! Kalaupun banyak orang yang mengecewakanmu dan membuatmu terluka tetaplah tersenyum hingga semua orang menyadari bahwa kau begitu berarti bagi mereka

Kenapa kita harus lakukan semua itu???Penting kah???
* Batu yang menjatuhkanmu saat mengejar sesuatu mengajarkan kita bahwa kita perlu teliti dalam melangkah dan belajar dari kesalahan kita saat kita terjatuh.
* Gagal saat mencoba sesuatu merupakan hal yang mengajarkan kita untuk pantang menyerah dan menunjukkan kita bahwa kita itu bukannya bodoh melainkan kita menemukan hal penghambat yang orang lain tidak temukan sebagai pembelajaran bagi kita untuk bisa mengatasi kendakla saat mencobanya kembali
* Merasa terkucilakan mungkin merupakan kesalahan dari kita berpandangan terhadap orang lain dan perasaan seperti ini mengajarkan kita untuk berpikir positif bahwa orang2 disekitar kita tetap peduli terhadap kita mungkin cara mereka untuk perduli kurang kita pahami untuk itu disinilah kita perlu belajar mempelajari karakter orang lain
Semua hal yang membuat kita putus asa sebenarnya menyimpan pembelajaran yang sangat berharga bagi kita. Bukan lagi saatnya kita menyerah saat keputusasaan menyerang kehidupan kita, namun di saat itulah kita harus bangkit untuk berusaha menyelesaikan itu semua karena semua itu hanya kita yang dapat menyelesaikannya dengan baik. Dan lihatlah sisi baik dari setiap masalah yang ada jangan selalu melihat sisi jelek dari suatu masalah, karena tiap sisi menimbulkan efek yang berbeda.

sumber: http://www.resensi.net/tag/kasih-sayang/

Artikel Kiriman dari Sahabat Sartika Setiyowati

sebuah cerita motivasi tentang kasih sayang seorang ibu.

Apa sumber motivasi terbesar dalam hidup? Mungkin jawaban yang tepat adalah CINTA!! Cinta di sini bukan hanya berarti hubungan sepasang insan berlainan jenis, namun lebih kepada cinta universal. Cinta seorang ibu / ortu pada anaknya atau sebaliknya.. Inilah kekuatan terbesar yang dimiliki yang bisa menjadi sumber motivasi bagi semua orang.

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan bahagian nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : “Makanlah nak, aku tidak lapar” ———-KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia dapat memberikan sedikit makanan bergizi untuk pertumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping kami dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan suduku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : “Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE DUA

Sekarang aku sudah masuk Sekolah Menengah, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak mancis untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kepentingan hidup. Di kala musim sejuk tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak mancis. Aku berkata : “Ibu, tidurlah, sudah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.” Ibu tersenyum dan berkata : “Cepatlah tidur nak, aku tidak penat” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE TIGA

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi loceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata : “Minumlah nak, aku tidak haus!” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE EMPAT

Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai keperluan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang pakcik yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : “Saya tidak butuh cinta” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE LIMA

Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pencen. Tetapi ibu tidak mahu, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi keperluan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi keperluan ibu, tetapi ibu berkeras tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : “Saya ada duit” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE ENAM

Setelah lulus dari ijazah, aku pun melanjutkan pelajaran untuk buat master dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universiti ternama di Amerika berkat sebuah biasiswa di sebuah syarikat swasta. Akhirnya aku pun bekerja di syarikat itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mahu menyusahkan anaknya, ia berkata kepadaku : “Aku tak biasa tinggal negara orang” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE TUJUH

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanser usus, harus dirawat di hospital, aku yang berada jauh di seberang samudera atlantik terus segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani pembedahan. Ibu yang kelihatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perit, sakit sekali melihat ibuku dalam keadaan seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : “Jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE DELAPAN.

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya. Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : “Terima kasih ibu..!” Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktiviti kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah. Jika dibandingkan dengan pasangan kita, kita pasti lebih peduli dengan pasangan kita. Buktinya, kita selalu risau akan kabar pasangan kita, risau apakah dia sudah makan atau belum, risau apakah dia bahagia bila di samping kita. Namun, apakah kita semua pernah merisaukan kabar dari orangtua kita? Risau apakah orangtua kita sudah makan atau belum? Risau apakah orangtua kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi… Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi orangtua kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata “MENYESAL” di kemudian hari.

cerita ini diambil dari sebuah artikel yang saya lupa judulnya…


sumber: http://www.antonhuang.com, blog cerita motivasi, sharing motivasi & inspirasi.

artikel 10 HS - CIHAMPELAS dan GO HOME

perjalanan ke bandung-cihampelasnya sedikit lama, sekitar 2 jam-anlah. selama diperjalanan saya nonton video "Happy Tree Friends" lagi untuk mengisi waktu luang didalam bis. videonya pun habis, dan masih saja belum sampai di bandungnya. rasa bosan terus menghantui, sempat dapat issue katanya tidak jadi ke bandung dan langsung pulang. huaaaaaaa jadi tambah bosan dan malas! tapi akhirnya jadi kok.
tidak terasa setelah menunggu 2 jam perjalanan, sampai juga di bandung_cihampelas. setelah bis parkir saya, uwi, dan nisa turun mencari tempat makan dan sekalian mencari mushola unutuk solat zuhur dan menjama' solat ashar. setelah solat saya berpisah dengan uwi dan bertemu dengan inta dan gilang. kita jalan ke McDonal's untuk makan dan stelah itu langsung keluar jalan-jalan di daerah cihampelas lalu nemu tukang jual es durian, beli es durian deeeeh :D. dan saya juuga sempat tertarik dengan jam tangan yang ada di pinggir jalan, cuma ga jadi tertarik karena males buang-buang uang hehee. ya sudah, kita pergi ke tempat toko baju gitu tapi cuma melihat-lihat saja.
sampai-sampai bosan itu berkunjung datang lagi, saya pun kembali ke bis dan istirahat karena cape jalan-jalan hahaa. tidak lama kawan-kawan bis pun berdatangan dan bisnya berjalan menuju bekasi lebih tepatnya menuju sekolah kita yang tercinta "AL-MUSLIM".

artikel 9 HS - acara penutupan

setelah pamitan dengan keluarga angkat, saya menuju bis dan menaruh tas saya dibagasi bis. sehabis itu saya langsung menuju mesjid untuk solat dhuha dan berpamitan dengan pak RW di desa Pangalengan.
selama dalam mesjid, pak RW dan bapak-bapak yang lainnya mengucapkan terima kasih karena sudah mau berkunjung ke desa mereka. sesudah mereka menyampaikan ucapan terima kasih, seluruh keluarga SMA AL-MUSLIM bersalam-salaman dengan bapak-bapak itu.
dan waktu pulang pun tiba, seluruhnya kembali ke bis untuk melanjutkan perjalanan ke Cihampelas untuk berbelanjaaaaaa.

artikel 8 HS - pamitan

setelah selesai tea walk, pulang untuk mandi. selesai mandi saya packing, dan menunggu anggota kelompok yang lain datang. sambil menunggu, saya bermain ke rumah tetangga untuk mengisi waktu luang.
setelah semuanya selesai mandi dan packing, ibu pembimbing datang untuk silaturahmi sebelum pulang. kita berbincang-bincang, memberikan kenang-kenangan, dan memberikan sedikit sedekah untuk keluarga angkat saya. setelah itu kita berfoto bersama seluruh keluarga di rumah orangtua angkat saya.
dan akhirnya kita berpamitan. sedih rasa meninggalkan mereka :( tapi sudah saatnya untuk pulang. setelah berpamitan, saya bersama dengan anggota kelompok menuju bis untuk menaruh tas di bagasi.

artikel 7 HS - tea walk

sehabis solat subuh berjamaah di mesjid, langsung menuju rumah masing-masing untuk mandi dan srapan. tapi terserah sih mau ngapain, pokonya acara bebas tapi jam setengah 8 udah harus ngumpul di depan balai desa untuk segera memulai kegiatan selanjutnya yaitu "tea walk".
kalau saya sehabis solat subuh di mesjid, jalan-jalan mengelilingi kebun teh bersama arinta sampai jam setengah 7. setelah jalan-jalan saya pulang ke rumah orangtua angkat untuk packing atau merapihkan pakaian dan barang-barang dan membantu membuat sarapan. sehabis sarapan langsung menuju balai desa untuk berkumpul dan segera melakukan kegiatan "tea walk".
seluruh siswa sudah berkumpul dan diberikan pengarahan harus lewat mana dan jangan lewat mana. perjalanan menuju puncak sekitar 10km. ckckc, bisa dibayangkan betapa jauhnya. awal perjalanan menuju puncak saya sendirian karena ditinggal oleh kelompok saya, tapi saya bertemu dengan teman-teman sekelas saya dan akhirnya saya bergabung dengan mereka.
rute perjalanan menurun lalu menanjak dan terus menanjak dan terus menanjak lagi. saya mencoba mendaki dengan berlari kecil kalo bisa sampai jogging. teman-teman saya pada lama ketinggalan dibelakang dan saya harus menunggunya, fiuuuh. tidak terasa sudah hampir puncak, dan masih saja terus menanjak. kurang lebih sudut tanjak mencapai 80 derajat.

dan akhirnyaaaaaa, sampai dipuncak. sesampai di puncak, istirahat sambil menunggu teman-teman saya yang belum sampai di puncak suasananya, indaaaaaah sekali. terlihat pegunungan-pegunungan, danau, kebun teh yang sangat luas, dll.



setelah sejam berada di atas puncak kita pulang dengan rute menurun, menurun, dan menanjak. cukup melelahkan, tapi lebih melelahkan saat mau ke puncaknya. sesampai di desanya, saya dan teman-teman saya istirahat di warung dekat mesjid. lalu pulang untuk mandi.

artikel 6 HS - hari ketiga di Pangalengan

adzan subuh berkumandang, saatnya menuju mesjid dan solat berjamaah. setelah solat, diberi tau kegiatan yang akan dilakukan hari ketiga.
pertama kita akan mendaki kebun teh alias "tea walk", setelah tea walk pulang ke rumah untuk packing, mandi, makan, pamitan dengan keluarga, habis itu berkumpul di mesjid untuk solat dhuha dan acara penutupan, selanjutnya ke bis dan menuju "cihampelas" untuk jalan-jalan dan membeli oleh-oleh. setelah itu baru deh kita pulang menuju Al-Muslim dan pulang menuju rumah masing-masing.